I'm Agustin Nurul

Sustainability Enthusiast

About Me

Hello

I'mAgustin Nurul

Sustainability Enthusiast

I am Agustin Nurul. Explorer. Hardcore thinker. Devoted social media fan.

A multipotentialite person who loves to learn new thing. Someone who cares about activities that supporting education and environement.

Education Enthusiast

Environment Enthusiast

Blogger

Data Analyst

What I do?

Volunteer

There is no OUTPUT without INPUT.

Education

There is no OUTPUT without INPUT.

Environment

There is no OUTPUT without INPUT.

Blogger

There is no OUTPUT without INPUT.

Podcast

There is no OUTPUT without INPUT.

Analyst

There is no OUTPUT without INPUT.

My Experience

Emvitrust Indonesia

March 2023 - Now

Media and Product Marketing Supervisor

There is no OUTPUT without INPUT.

Rumah Literasi Indonesia

November 2020 - Now

Project Manager Public Engagement

There is no OUTPUT without INPUT.

Greeneration Foundation

June 2023 - March 2023

Field Educator Program EcoRanger

There is no OUTPUT without INPUT.

Jember University

2018-2020

Computation Laboratory Assistant

There is no OUTPUT without INPUT.

My Latest Projects

Catatan Safar #8: Timang - Dipaksa Tangguh oleh Keadaan







Beberapa waktu lalu.. aku ikut dalam sebuah acara cuap-cuap di sebuah panti asuhan di Banyuwangi.. namanya Panti Asuhan Budi Mulya.. acara ini adalah kolaborasi antara sebuah tim PKM mahasiswa Universitas Negeri Malang dan Rumah Literasi Indonesia.. acara yang dibuat untuk memberikan sedikit pancingan untuk mengaktifkan hormon serotinin ini nampaknya malah bikin adrenalin jadi aktif wkwk

Kegiatan seperti Insirasi Sekolah Literasi milik Rumah Literasi Indonesia.. bisa dibilang mini ISL lah ya.. tak seheboh ISL.. kami, perwakilan dari RLI hanya berbagi cerita dengan adik-adik panti asuhan yang padahal cerita mereka lebih menarik daripada cerita kami..

Beberapa kali ikut kegiatan bersama anak-anak sekolahan melalui ISL, ada satu perbedaan yang kudapat anak panti dan anak sekolah.. ternyata anak panti itu, btw ini sepenatauanku selama kegiatan nih ya.. mereka itu sangat tidak mau menjadi pusat perhatian.. dan juga sedikit sekali yang mau memberikan perhatian kepada yang lain.. wah.. aku nggak kebayang sih, trauma aapa saja yang menjalari alam bawah sadar mereka hingga membentuk kepribadian se dingin itu.. tapi ada beberapa cerita yang kudapat dari pengurus panti di sini.. sedikit yang ngena di aku ada 3 cerita ini..

Kisah Dek Piyus contohnya.. sebelum tinggal di panti asuhan Budy Mulya, tadinya Piyus adalah seorang anak preman pasar.. dan benar, dia pemberani sekali.. di minggu-minggu awal Piyus tinggal di panti asuhan ini, tidak segan untuk merampas jajanan milik temannya.. bahkan juga meraempas uang temannya dengan sangat berani.. tidak mencuri secara diam-diam tapi benar-benar merampas dengan berani.. waaah.. goks nggak tuh.. ya karena lingkungan sebelumya mengajarkan nya hal serupa.. hingga akhirnya, lambat laun kebiasaan itu mulai diarahkan oleh pengurus panti..

Kisah anak yang hamil, kisah ini ngeri banget sih..seorang anak yang dihamili aduh aku lupa ini ayahnya atau pamannya sendiri.. wahh nggak ngotak banget.. sampai akhirnya sang ibu dan anaknya yang mengalami kejadian itu tinggal di panti asuhan ini.. wah aku sampe rasanya nggak sanggup bahas ini untuk masuk blog.. bener-bener bukan manusia nggak sih.. dahlah..

Kisah anak yang kabur ke pelabuhan, nah.. kalo kejadian ini terjadi malam hari sebelum kami melakukan kegiatan di sini.. jadi malam sebelum kegiatan, ada seorang anak kelas 6 SD melarikan diri atau kabur daari panti asuhan ini dan ditemukan di pelabuhkan ketapang yang jaraknya lumayan jauh dari panti.. ketika ditanya, kenapa kabur karena dia kangen mamanya.. mamanya tinggal di Bali dan memang si adek dititipkan ke panti asuhan ini karena kondisi mamanya tidak memungkinkan utuk merawat anaknya ini.. lingkungan tempat sang mama bekerja tidak baik untuk si adek.. begitu kira-kira penjelasan dari pengurus panti.. waaaahhh... segimanapun orang tua dia pasti mau yang terbaik untuk anaknya.. tapi tidak semua anak paham maksud dari orang tua disaat yang bersamaan.. apalagi masih seorang anak usia kelas 6 SD.. pasti cuma maunnya deket sama orang tua.. thats it..

waaah ini new experience sih buat tau lebih dalam kondisi anak-anak panti asuhan.. rasanya, bersyukur sekali selama ini ternnyata yang kuanggap biasa aja dan kuanggap semua orang dapat apa yang aku dapatkan ternyata tidak.. ada mereka-meraka yang ternyata hidupnya dipaksa tangguh oleh keadaan.. 



Movie Reviewnya Agust : Gifted (2017)

 



Okay ini adalah review tontonan pertama yang hadir di laman blog ini.. sebenarnya hampir nggak pernah sih bikin tulisan review tontonan, even catetan sendiri.. cuma paling yaaaaa sharing tontonan aja sama temen.. 

Tapi, akhir-akhir ini kok ya rasanya tiap rekomendasiin tontonan, si pelupa satu ini nggak bisa ceritain ulang atau ngasih kisi-kisi tentang si tontonan itu kepada orang lain wkwkwk.. ege deh.. jadilah mari menulis review beberapa tontonan yang baru ditonton atau yang udah lama ditonton tapi recomended untuk ditonton wkwk..

Seperti book review ala ala di blog ini.. reviewnya suka-suka saya dan semau aku wkwk.. kalo ada spoiler dikit-dikit ya maap.. kalo spoilernya sampe kayak sinopsis ya maap juga wkwk..

Okay, mari masuk ke review

Film ini judulnya Gifted.. menceritakan tentang tokoh utama si anak jenius namanya Mary yang diperanin sama Mckenna Grace tapi ceritanya ternyata lebih ke perebutan hak asuhnya.. 

Perebutan hak asuh ini terjadi antara si pamannya Mary yaitu Frank yang diperanin sama Chris Evans dan neneknya Evelyn yang diperanin sama Lindsay Duncan..

Jadi ceritanya si Mary ini dari kecil tinggal sama Paman Frank, sodara dari ibunya Diane yang meninggoy karena bunuh diri.. Mama Diane ini bunuh diri saat sedang melakukan penelitian tentang pencarian variabel matematis dari Navier-Stokes Equation.. doi juga salah satu ilmuan matematik yang melakukan problem solve dari Seven Millenium Problem.. tapi kehidupan Mama Diane berakhir naas karena bunuh diri.. jadi gen ahli matematis ini turunan dari nenek Evelyn sebenarnya.. tapi beliau nggak melanjutkan sebagain ilmuan karena setelah nikah ya ngurus anak.. jadilan doi ambis tuh buat anak keturunannya yang punya bakat untuk jadi ilmuan ulung yang dipandang dunia.. termasuk sampai pada si genius Mary..

Kegeniusan Mary mulai diketahui saat hari pertamanya masuk sekolah kelas 1.. saat itu, gurunya Bonnie Stevenson yang diperankan oleh Jenny Slate memberikan soal matematis yang dijawab sangat mudah oleh anak berumr 7 tahun tersebut.. dari situ, Bu Guru Stevenson memberitahu kepala sekolah atas kegeniusan Mary.. lalu Bu Kepsek menyarankan Paman Frank untuk memindahkan Mary ke sekolah swasta khusus untuk anak-anak berbakat.. tapi Frank menolak..

Frank yang melihat saudaranya meninggal karena bunuh diri itu menerjemahkan bahwa Mama Diane menginginkan Mary tak senasib dengannya.. Frank berpikir bahwa Mary harus hidup sebagain anak normal yang juga menikmati masa bermain juga bersosial dengan baik.. 

Akhirnya Paman Frank menolak, bu kepsek menghubungi Nenek Evelyn juga untuk memberi saran memindahkan Mary ke sekolah swasta khusus untuk anak-anak berbakat.. jadilah persidangan untuk hak asuh Mary.. di persidangan Nenek Evelyn berpendapat bahwa Paman Frank tidak dapat mengurus Mary dengan baik karena gajinya yang kecil dan tidak punya asuransi kesehatan.. singkat cerita persidangan hak asuh diambil jalan kompromi.. yaitu, Mary diasuh oleh orang tua angkat dan disekolahkan secara privat..

Saat tahu akan keputusan itu, Mary marah besar pada Paman Frank yang telah berjanji bahwa mereka tidak akan berpisah.. sampai di tahap ketika Paman Frank mengunjungi Mary saat jadwal kunjungan, mary tidak mau mau menemuinya.. tentu Paman Frank kehilangan Mary.. waaaaaah scene ini dramatis sih..

Sampai di endingnya, Paman Frank memberikan karya ilmiah terakhir dari Mama Diane kepada Nenek Evelyn.. agar diterbitkan.. dan Mary dapat kembali kapada Paman Frank..

Jadii ternyata, Mama Diane itu sudah menyelesaikan peneliatiannya.. tapi doi mau mnerbitkan itu setelah ibunya meinggal.. eee tapi malah dooi yang bunuh diri.. akhirnya penelitian itu diterbitkan oleh Nenek Evelyn setelah 6 tahun menginggalnya Mama Diane ketika karya ilmiah itu diberikan oleh Paman Frank..

Mary kembali bersama Paman Frank.. tapi doi tetep pindah sekolah ke sekolah khusus.. sepulang sekolah Mary bermain bersama teman-temannya di sekolah Bu Guru Stevenson yang lama.. happy kid..

kan... jadinya sinopsis beneran wkwk..

Tapi aku suka banget sama actingnya Dek Grace (sok akrab).. bener-bener si genius sih.. peran Mary dimainkan secara epic.. gimana sikapnya yang cool, dingin, cuek, sedikit songong ketika sama temen-temen sebayanya.. sikapnya yang hangat sama pamannya.. dramatisnya pas marah.. kweren..

Chris Evans juga sih.. yang selama ini terpatri di utakku Sang Captain jago main action ini bisa sangat hangat memerankan tokoh family man.. 

Ada 1 tokoh lagi yang aku suka, Roberta.. dia ini tetangganya Paman Frank, yang selama ini jadi temennya Mary.. uuuuuu heartwarming bangat ketulusannya sama Mary.. 

Dahlah gitu aja, ini film ringan tapi emosinya bisa banget bikin netes aer mata.. tonton deh, biar tahu posisi kita dimana.. karena menurutku di sini nggak ada tokoh antagonisnya wkwk.. ya si Nenek walaupun ambis begitu sama cucunya, tapi itu mausiawi banget.. ketika kita punya bakat tapi nggak kesampaian, lalu melihat keturunan kita punya bakat juga udah pasti pingin supaya mereka nggak "gagal" kayak kita.. 

tapi sekali lagi, even anak kita, hidupnya bukan milik kita.. tsaaaah..

okay.. sampai ketemu di review ala ala berikutnya.. Insyaallah..

Reviewnya Agust #5: Jangan Hijrah Jauh-jauh, Nanti Nyasar! - Kalis Mardiasih

 



Mari mereview buku yang sangat seru ini.. wkwk

Awalanya buku ini nggak masuk dalam list bacaan bulananku.. nah tapi, seorang kawan tiba-tiba menitipkan buku ini ke rumahku.. katanya nitip biar diambil sama yang punya (temanku yang lain) ke rumahku .. karena rumah mereka cukup jauh dan rumahku di tengah-tengah antara rumah mereka.. okelah kuterima dengan suka cita.. ada 3 buku yang kawanku titipkan ke rumah, dan buku ini salah satunya.. dari ketiga buku itu, memang buku ini yang menurutku paling menarik minta banget dibaca.. yaudahlah ya.. kubaca aja sebelom diambil yang punya wkwk..

Dengar nama Mbak Kalis Mardiasih sebenernya sudah beberapa kali dan sekedar tahu kalau beliau aktivis perempuan juga suka menulis tentang perempuan dan tentang Islam.. tapi belum pernah sekalipun baca karya-karya beliau.. jadi ini yang pertama..

Awal baca judulnya, hmm kok nyentrik.. udah menebak-nebak kira-kira isinya bakal kayak gimana.. tentu tentang tren hijrah yang beberapa tahun belakangan sangat ramai diperbincangkan sana sini.. tepi ternyata, setelah baca buku ini, nggak cuma itu aja yang dibahas.. here we go..

Ada 5 bab besar dalam buku ini, Islam dan kebaikan anak-anak, Islam dan Kemanusiaan, Islam dan Akal Sehat, Islam dan Contoh Baik, Islam dan Modernitas..

Tulisan Mbak Kalis begitu asyik menceritakan kesehariannya sebagai seorang muslimah santuy dan  memandang bagaimana Islam di sekitarnya serta perbedeaan-perbedaan sistem pengasuhan Islam semasanya kecil dengan sekarang.. 

Mbak Kalis juga menceritakan kisah-kisah inspiraatif yang agak nyelekit kalo dibilang Islam itu ganas, teroris ketat aturan dan nggak fleksibel.. karena hal itu sangat tidak sesuai dengan yang dirasakan Mbak Kalis selama mendapat pengasuhan ala Islam semenjak kecil.. di kampung, Islam sangat ramah.. di pesantren, Islam sangat santun.. adat-adat dan tradisi keislaman yang dijalani Mbak Kalis bahkan kontra dengan pandangan-pandangan Islam yang digaungkan oleh "modernitas" yang katanya Islam banget..

Aku ngeras cukup relate dengan buku ini.. isinya cukup mewakili topik diskusi dengan teman-temanku ketika meraka ngajak diskusi gimana sih pendapatku tentang pengasuhan Islam sekarang dan yang aku alami.. tentu saja teman-teman tanya hal-hal semacam ini karena embel-embel "Kamu kan santri gus, menurutmu bla bla bla na na na..........."..  

Jujurly, tapi emang menurutku tingkat toleransi santri pesantren dan santri kajian atua kalo kata Mbak Kalis sih Satri Youtube paruh waktu.. itu cukup ketara kok kalu dilihat secara sekilas..  ini versiku ya.. mungkin karena begini.. santri kajian, merasa mendapatkan ilmu baru sehabis kajian yang membuat mereka ingin membagikan isi kajian ke lebih banyak orang.. sedangkan satri pesantren,  mereka tiap hari coy ketemu ustadz, ustadzah, kiyai, ulama.. untuk membagikan hasil ngaji meraka, sungkan nya itu ada banget coy..  besok ketemu beliau-beliau lagi.. besoknya lagi ketemu lagi.. kayak hellaaaw tau ape sih lu wkwk.. 

Tentu keduanya bagus dong.. sharing ilmu ala santri kajian bagus banget.. mereka menganut dalil sampaikan walau hanya satu ayat.. sebanyak apapun ilmu, kalau nggak dibagikan, ya buat apa coy.. tawadu'nya santri pesantren juga nggak kalah keren.. tapi tapi tapi diamnya orang berilmu lebih kejam daripada kejahatan seorang maling.. wkwk itu salah satu kalimat yang sering banget banget diucapkan salah satu Ustadzku dulu sih wkwk..

Ini review buku apaan dah malah jadi cerita wkwk

Kembali ke buku.. 

Intinya buku ini seru.. asal bacanya jangan pake baper.. 

wkwk sok sok an kembali ke buku padahal cuma gitu doang intinya..

Yaudahlah ya.. 

Sampai ketemu di review ala ala selanjutnya..


Reviewnya Agust #4 : Loving the Wounded Soul - Regis Machdy

 




Sebelumnya, izinkanlah saya menobatkan buku ini sebagai buku terbaik sepanjang saya membaca buku.. wkwk loffff pwool sama buku ini.. saat ini, saat tulisan ini di pulish, buku Loving the Wounded Soul telah resmi menggeser posisi dari Buku Sebuah Seni untuk Bersikan Bodo Amat nya Mark Manson dalam Agust Book Award.. wkwk tapi beneran, secinta itu aku sama buku ini..

Loving the Wounded Soul adalah buku psikologi non-fiksi pertama yang kubaca.. buku ini sangat objective menurutku karena penulisnya, Regis Machdy adalah seorang pembelajar ilmu psikologi yang juga menajadi pengidap mental disorder.. ketika baca bab pertama dari buku ini, aku udah berkali-kali nyeletuk waahhhhh.. gak salah beli buku.. wah semua orang kalo bisa baca buku ini sih..

Jujurly, ketika baca buku ini lalu kepikiran konsep buat review bukunya.. jadi konsepnya adalah rangkuman.. wkwk tapi ya jangan dong.. tapi siapapun yang baca review ini plis banget aku saranin buat baca bukunya..

Kebanyakan memujai dah.. wkwk

oke menuju reviewnya.. jadi kenapa aku suka banget sama buku ini.. ada beberapa alasan..

Pertama, seperti yang udah kesebut di atas.. menurutku buku ini objective banget.. tambah lagi selain objective juga super informatif wkwk.. aduh.. aku masih kebawa happy lo ini pas nulis reviewnya wkwk.. happy pingin terima kasih sama diriku sendiri karena telah menemukan buku ini, nggak ragu buat beli dan baca.. selanjutnya pingin sungkem sama penulisnya Mas Regis Machdy.. terima kasih udah mau nulis buku supacool ini.. 

Ya, itu alasan pertama.. objective karena ya Regis Machdy adalah seorang pembelajar ilmu psikologi dan juga yang mengalami sendiri.. kebayang gasiiiih gimana kerennya ini tulisan.. ketika sebuah keilmuan secara teori bertemu dengan pengalaman pribadi.. pro kontra keilmuan terjadi dan tersampaikan dengan sangat epik..

Kedua, buku ini tertulis amat sangat super runtut.. agak hiperbola ya wkwk.. yaudah emang lagi cinta gabisa dicegah ini mah.. lagi bucin wkwk.. buku ini membahas tiap bab dengan super runtut, tulisannya rapi banget.. dimulai dari definisi, lalu membahas kasus-kasus, lalu dikulik secara teori keilmuan dan disambung dengan pengalaman pribadi.. keren pokoknya.. aku sangat menikmati tiap bab dari buku ini.. sedikit spoiler ini beberapa runtutan bab utamanya.. silahkan menerka-nerka isinya..

Bagian 1 Memahami Kesehtan Mental
Bagian 2 Ciri-ciri Depresi
Bagian 3 Siapapun Bisa Depresi
Bagian 4 Faktor Biologis
Bagian 5 Faktor Eksternal
Bagian 6 Higher Meaning

sebuah runtutan bab yang ciamik pula..

Ketiga, bahasanya cooy.. super nyaman.. ringan dan mudah banget masuk ke otakku yang standar ini wkwk.. tiap kelar baca per bab, aku mikir wahh pantesan ya temen-temen yang kuliah psikologi sering menyebut dirinya kuliah sambil rawat jalan.. ya bener aja.. karena semua manusia gak terkecuali bisa jadi objek keilmuan ini.. kelar baca buku ini berasa ambil 3 sks kuliah psikologi wkwk

Terakhir, kenapa aku suka banget sama buku ini.. karena, buku ini dateng di tanganku dalam timing yang super tepat.. 

Why?

Karena, beberapa hari sebelum aku nemu buku ini, aku dapet beberapa keluh kesah dari teman-teman terdekatku akan Quarter Life Crisis nya mereka.. wkwk.. sangat biasa aja sebenernya..  emang umur-umur krisis identitas wkwk.. bahkaan ada seorang teman yang self diagnose kalo dirinya Bipolar.. gimana tuh, gawat kali itu bocah wkwk.. sebenernya hal ini menurutku sangat wajar.. dimana sekarang, orang-orang yang mengalami mental disorder semakin banyak yang speak up akan kondisinya masing-masing.. tentu bagus, mereka memberi edukasi agar semakin banyak yang aware akan mental health.. nah tapi kalo pada self diagnose begini kan kacaw uga boss wkwk..

Akhirnya, setelah aku baca buku ini, aku bisa sharing apa apa yang aku dapet dari buku ini.. dan it works.. ada yang akhirnya tahu sama yang namanya HSP atau Highly Sensitive Person.. yaitu orang-orang yang super sensitif, dimana kalo orang normal tingkat empatinya 8 dia bisa sampe 10 atau lebih.. kalo di ceritain hal-hal sedih dia bisa lebih sedih dari yang cerita.. atau kalo ceritanya happy dia bisa lebih happy dari yang cerita, bahkan kalo kesenggol bisa sampe kerasa sakit beneran padahal menurut yang nyenggol itu b aja.. ini beneran dan itu nggak lebay.. some people born to be this special one..

Lalu ada lagi yang kemudian konsen dengan trauma masa kecil.. satu bab yang bikin nyesssss di buku ini adalah ketika Mas Regis melakukan treatment lalu disuruh mengingat semua kejadian yang mungkin meninggalkan bekas yang mengganjal.. dilakukan mundur dari tahun lalu, masa kuliah, masa sekolah, masa remaja, masa kecil, balita bahkan sampai masa kandungan yang sama sekali tidak diingatnya.. hingga Mas Regis benar-benar hanya merasakan apa yang pernah dia rasakan tanpa mengingat apa yang terjadi.. dan ya, tubuh kita benar-benar diciptakan dengan sangat luarbiasa.. 

Rasanya bener-bener pingin bikin rangkuman isi buku ini buat dimasukin review tapi terlalu banyak yang harus kalian baca secara utuh dari buku ini.. intinya I love this book soo much.. 

Sampai ketemu di review buku ala-ala selanjutnya..

Reviewnya Agust #3 : Paradigma - Syahid Muhammad






sebelum nge review novel Paradigma ini, mau bilang waw dulu.. WAW.. wkwk

oke ini adalah novel ke 4 karya Mas Iid.. sebenernya ada 1 novel Mas Iid yang belum kelar kubaca.. si Egosentris.. tapi keburu dibawa sama sepupuku.. audeh sampe sekarang belum balik.. oke skip malah curhat..

Sebenernya tiap ngereview novel begini.. rasanya tu pingin cerita isi novelnya aja lo.. kayak pingin nyeritain ulang cerita yang abis kubaca.. tapi menurut kaidah ngereview buku, nggak boleh katanya spoiler begitu wkwk.. tapi karena ini review ala-ala, jadi yaudah lah ya.. aku bakal bagiin apa aja yang pingin kubagi tentang buku ini.. kalo ada spoiler dikit-dikit ya berarti ngga sengaja ahaha..

Satu hal yang menarik dari buku-bukunya Mas Iid itu black covernya sih wkwk.. dasar manusia monorkom wkwk.. simple aja gitu, item.. kebayang kalo suatu hari punya buku pinginnya ya gini, item aja.. amin dulu lah ya..

Bayangan awal ketika baca novel Paradigma ini adalah novel yang berisi banyak kepala.. gimana tuh maksudnya? ya dibayanganku, novel ini bakalan ngulas banyak sudut pandang dari banyak hal dan dari banyak kepala.. itu sih ke sotoy an ku ketik baca judul novelnya.. paradigma.. hayo apa coba yang dipikirin kalo denger kata "paradigma" kalo bukan itu.. 

Setelah kelar baca novel ini ternyata faktanya adalah.. buku ini hanya mengulas satu isu yang selama ini mendapat banyak paradigma dari setiap orang.. yaitu mental health.. darrr.. nggak nyangka sih kalo buku ini bakalan ngangkat isu mental health... 

Cerita novel ini diawali dengan beberapa sudut pandang tokoh lain terhadap si tokoh utama, namanya Rana.. jadi ada beberapa bab dimana pembaca diajak melihat melalui sudut pandang orang pertama dari tokoh-tokoh figuran itu..  melihat gimana sih tokoh-tokoh lain memandang Rana sebagai teman, sahabat, orang yang baru dikenal, sampai menjadi sosok kekasih.. 

Nah tapi, sebagai seseorang yang amat susah mengingat nama orang, aku agak sulit buat mengingat tokoh-tokoh yang disebutin di novel ini.. karena buanyak banget namaa-nama yang dimensyen.. ya walaupun nggak diceritakan semua sih itu tokoh-tokoh.. tapi cukup membuat aku bolak-balikin halaman buat nginget lagi si nama tokoh-tokoh yang dimensyen..

Secara segi bahasa, cukup mudah dimengerti.. dan bahasanya ya Mas Iid banget.. sebelum baca novel ini, ada karya Mas Iid yang kubaca lebih dulu, judulnya Duduk Dulu.. dan itu bukan novel.. yaaa semacam self healing notes.. dan ketika aku baca novelnya teryata sama, beberapa narasi di novel ini ada vibe self healing nya kayak di buku duduk dulu itu.. tapi ada beberapa line yang enteh terlalu sastra menurutku atau emang akunya yang lagi nggak fokus.. jadi harus kubaca beberapa kali sampe aku paham maksudnya.. tapi over all masih sangat bisa dinikmati bocah-bocah yang nggak terlalu bisa menyerap bahasa-bahasa sastra ini wkwk

Jalan ceritanya dibuat muuuulus banget sama Mas Iid sampe menuju pengenalan si mental health dalam cerita ini.. aku sama sekali nggak sadar kalo buku ini bakalan ngarah ke sana.. sampe di part memasuki dunia tokoh yang mengalami mental disorder itu.. beberapa tokoh di cerita ini  menurutku cukup mewakili banyak perasaan orang di dunia.. hyaaaa.. salah satunya rasa takut kehilangan orang terkasih.. ada dialog-dialog menarik tentang ini..


"Kelakuan orang-orang yang takut kehilangan cuma bikin mereka benar-benar kehilangan.

-Rana untuk Anya


"Buatku, satu-satunya yang bisa kulakukan kalau takut kehilangan seseorang adalah dengan berusaha menjadi pantas untuk tidak ditinggalkan.

-Rana untuk Anya


"Lebih susah mengubah orang sesuai keinginan lu daripada menahan orang yang nggak ingin digenggam. meski dua-duanya ounya risiko yang sama.. yaitu kehilangan.

- Aldo 


Kenapa menurutku ceritanya sangat mulus, karena sangat runtut mewakili perasaan manusia pada umumnya.. diawali dari melihat Rana sebagai tokoh utama dari berbagai sudut pandang tokoh-tokoh lain.. ya sama kayak di real life.. mudah jugdemental terhadap orang lain.. mulai dari caranya balas chat. atau dari caranya bikin instastory yang nyepam bahkan dari caranya milih filter ig, enak banget buat ngejugde orang seenaknya dari sekedar liat sosmednya.. tapi itu seru sih wkwk

"Mungkin kita harus menjalani sesuatu untuk tahu tujuan kita ke mana?

- Rana untuk Ola -

Dilanjutkan dengan pencarian jati diri Rana sebenarnya, oleh teman-temannya dan juga olehnya sendiri..  cerita keluarganya di masa lalu ternyata tidak berhenti hanya di masa itu saja, tapi turut mendampingi seorang Rana tumbuh.. bahkan tanpa ia sadari.. sayangnya, cerita itu bukan kisah indah yang memang layak dikenang.. tapi rasa dendam yang harusnya diselesaikan dan ditinggalkan di masa itu.. di momen pencarian seorang Rana ada kalimat-kalimat uwu yang Mas Iid selipkan dalam novelnya ini..

"Hal paling mengancam di dunia, adalah saat seseorang bisa menjadi dirinya secara penuh.

- Syahid Muhammad - 


"Satu-satunya cara untuk menerima adalah dengan tidak melupakannya."

- Syahid Muhammad - 


"Apa yang jarang sekali dipelajari orang lain adalah memahami perannya sendiri.

- Syahid Muhammad - 


kebayang nggak sih, betapa kisah masa lalu itu begitu melekat bahkan sampai Rana takut untuk memahami dirinya sendiri yang ternyata seorang Dissasosiative Identity Disorder.. tapi cerita ini diakhiri dengan sudut pandang Rana yang disadarkan atas dirinya sendiri.. disadarkan bagaimana dia harus melihat, memahami, dan menerima dirinya sendiri... dengan pandangan sebagai manusia.. terlepas dari trap masculinity yang mambuatnya lupa bahwa dia juga manusia yang boleh merasa kesepian dan sedih.. ini haru banget sih..


"Maskulinitas menggerus sisi-sisi feminis para lelaki yang bisa membelokkan hakikat lelaki yang juga adalah manusia." 

- Syahid Muhammad - 

Wah ini salah satu novel yang bikin aku deg degan sih pas baca.. kayak real aja gitu.. plotnya sangat bisa ditemui di keseharian.. dan pastinya sebuah pukulan kecil.. oey oey *nepuk _bahu tolong sadar oey..  nggak papa lo buat nggak baik-baik aja.. nggak papa buat jujur.. setidaknya sama diri sendiri.. nggak papa juga cerita sama orang lain.. nggak semua orang itu jahat kok.. tapi jangan ketinggian juga ber ekspektasi kalo semua orang baik.. tar kecewa wkwk.. 

Juga nggak papa buat tanya ke sekitarmu, "are u okay fren?".. siapa tahu dia lagi butuh orang buat sekedar ngomong "nggak papa" ke dirinya.. tapi jangan annoying juga tiba-tiba nodong "cerita nggak lu!".. karena, 

"Peduli hal besar benar-benar membuatnya merasa kecil.

- Syahid Muhammad - 

gitu kadang, dah ah jadi mello..

sampai jumpa di review ala-ala selanjutnya, Insyaallah..

What clients say

Start Connect With Me

Contact Us

Agustin Nurul
@agustinurul
Banyuwangi,Indonesia