DREAM
Bismillahirrahmaanirrahiiim
Subhanallah memang ketika keinginan hati
sudah memuncak dan telah digerakkan-Nya gak ada halangan apapun yang
menghalangi terciptanya sebuah karya. Keinginan yang luarbiasa namun raga yang
masih malas untuk bertindak apalah daya. Tubuh akan tetap dalam keadaanya.
Perlu paksaan untuk memulai sebuah keluarbiasaan yang insyaallah akan tercipta.
Setiap orang tentunya memiliki banyak
keinginan. Ingin ini, ingin itu, bahkan punya orang lain yang udah haknya orang
lain pun dipengeni. Bukan hal yang tabu, memang manusiawi hal tersebut ada.
Tapi bagaimana cara kita menjadikan itu semua bukan hanya sebuah keinginan
semata namun kita wujudkan melalui tindakan yang real.
Mimpi, sebuah kata yang terdiri dari 5 huruf
yang mampu menampung keinginan dari seluruh manusia di dunia. Mimpi itu seperti
sebuah peta, sebuah petunjuk ke arah mana kita harus berjalan, kemana tujuan
akhir kita berlari, dan di mana kita harus mendarat setelah melalui penerbangan
yang melelahkan.
Mungkin hanya sebagian kecil atau bahkan gak
ada orang besar yang gak punya mimpi. Orang besar adalah orang kecil yang
bermimpi besar. Orang yang bermimpi besar akan punya keinginan dan usaha yang
lebih besar dari orang yang hanya sekedar bermimpi. Ada pepatah yang mengatakan
‘bermimpilah setinggi tinggi langit meskipun jatuh kau akan jatuh diantara
bintang bintang’. Jika ditelusuri, bener juga itu pepatah. Sekarang kalau kita
Cuma mimpi sampek bintang, iya kalau berhasil kita bisa sampek bintang nah
kalau gagal mau jatuh ke mana? Contoh konkret nya, kalau kita bermimpi jadi presiden kalo berhasil ya jadi
presiden kalo gagal ya paling pol jadi ketua RT, nah kalo mimpinya aja jadi
ketua RT ya udah mentok berhasil ya jadi ketua RT, itu kalau berhasil nah kalau
gagal? Capek deh..
Namun, kali ini aku merasa ada beda pendapat dengan temanku yang baru saja bercerita tantang mimpi. dia berkata bahwa semakin kamu ungkapkan mimpimu pada orang banyak kau akan mendapat doa dari orang banyak pula. awalnya aku setuju sebelum kejadian ini benar membuat image teman dekatku menjadi tak lagi sedekat sebelum aku bercerita tentang mimpiku..
Mungkin saat itu, saat aku bercerita padanya tentang
mimpiku esok.. Aku berfikir bahwa mereka akan memberiku support untuk
mengejarnya sampai dapat.. Begitu bangganya aku menceritakan mimpi mimpiku pada
mereka dengan harapan seperti itu.. Tapi tak disangka menurutku merekalah yang
membuatku merasa dijauhi mimpi itu.. Mereka yang kuceritakan tentang seluk
beluk mimpiku dan kemampuanku untuk meraihnya malah ikut menjadi pengejar mimpi
yang sama..
Aku tak tahu apakah ini memang egoku yang amat besar
atau apa.. Tapi aku kecewaa pada mereka.. Di depan mereka juga mengungkapkan
mimpi mimpi mereka padaku.. Tapi dibelakang mereka mengungkapkan pada yang lain
tentang mimpiku namun itu semua mereka ceritakan pada orang lain sebagai mimpinya..
Aku tak masalah jika mereka berkata langsung tentang mimpi yang sama.. Mari
meraihnya bersama.. Mari mengejarnya bersama.. Tapi tidak dengan cara ini..
Tindakan yang mengecewakan teman, bukan apa jika
impian ini memastikan kita untuk bisa mendapatkannya bersama.. Namun, mimpi ini
memiliki peluang besar untuk menyingkirkan satu diantara kita untuk menjadi
peraihnya..
Tak ada yang dapat aku lakukan selain meminta pada
sang pemilik impian ini yang sebenarnya.. Semoga harapan kita will be come
true.. Tak tau bagaimana caraku mendoakanmu kawan.. Tapi semoga terbaik untuk
kita..
Hal sepele ini mungkin tak seberapa berarti bagi
sebagian orang di luaran sana tapi percayalah aku, kamu, kita, dan kalian semua
benar benar butuh impian.. Hidup ini tergantung indah pda impian itu..
Tergantung kita mau terus bermimpi seindah indahnya atau bangun dan kejar mimpi
indah itu satu demi satu..
11-1-16>>11:04
0 Comments:
Posting Komentar