I'm Agustin Nurul

Sustainability Enthusiast

Jumat, 02 Juli 2021

Reviewnya Agust #2 A Cup of Tea - Gita Savitri Devi

 




A Cup of Tea.. judul bukunya sama kayak judul blognya gitasav.. sebelum baca bukunya udah baca blognya duluan sih.. blognya gitasav jadi salah satu referesiku juga buat ngisi blogku.. isinya apa adanya sesuai yang punya... wkwk

Oke lanjut ke review bukunya.. sama seperti buku pertamananya si Rentang Kisah.. buku ini juga menceritakan another kisah yang menarik dari kehidupan gitasav.. momen-momen menarik ketika ketemu orang baru dan tempat baru didokumentasikan gitasav dengan epic di buku ini.. ya seperti catatan perjalanan yang ditulis buat kembali dikenang ketika baca ulang..

Di awal juga diceritakan tentang pencarian gitasav terhadap diri sendiri.. melalui semua perjalanan yang ditulisnya, gitasav mencari siapa dia sebenarnya..  walaupun sesekali emang insecure sama hidupnya sendiri tapi ada bagian di buku ini yang bikin dia terus berjalan salah satunya dari pertanyaan yang dia lontarkan untuk dirinya sendiri.. “Apakah tuhan nggak punya maksud ketika menciptakan gue ke dunia?” gitu katanya..

Satu hal yang menarik ketika gitasav ikut dalam salah satu seminar yang mengharuskan dia menggambarkan dirinya dalam 2 kata.. dan dia menulis “independent and curious” .. merasa sedikit relate sih wkkw.. jadi inget ketika Raditya Dika pernah bilang ketika Istrinya berdoa semoga anaknya jadi anak pintar, dia nggak terlalu pingin anaknya jadi anak pintar tapi dia pingin anaknya jadi anak yang curious, penasaran.. karena dengan penasaran, dia pingin tahu dan pasti nyari tahu karena menjadi penasaran itu ganggu banget ketika belum kelar rasa penasarannya.. gitu katanya.. dan aku setuju wkwk..

Untuk bagian yang jadi independent ada satu kalimat menarik di buku ini

There is something satisfying about being independent –gitasav

Hal lain yang dibahas gitasav di sini adalah masalah empati... ketika hidup mengujinya dengan berat lalu seorang teman yang tanpa sadar nanyain kabarnya gimna dan ternyata cuma itu yang dibutuhin buat tetap lanjutin hidup.. sekedar ditanya kabarnya aja.. dan disini gitasav bilang bahwa temennya itu membuktikan bahwa kita nggak harus punya pengalaman personal buat empati ke orang lain.. kita cuma butuh memanusiakan manusia.. bhewww..

Untuk topik insecurity disini sempat disinggung 5 rahasia Bill Gates agar tetap bahagia:

1. Bicara dengan versi masa depan diri kita

2. Berkomitmen dengan apa yang direncanakan

3. Berkontribusi ke masyarakat

4. Olahraga rutin

5. Mendahulukan cinta

tapi gitasav lebih relate dengan 12 peraturan ala Jordan Peterson terutama peraturan no 4 yang adalah

Compare yourself with who you were yesterday, not with someone else today

Dan lagi.. aku setuju wkwk.. karena,

Kita nggak akan pernah merasa bahagia jika kita menggantungkan perasaan itu pada faktor eksternal. –gitasav

Yang epic dari ending buku ini adalah gitasav merefleksikan akhir dekadenya.. dia menceritakan momen-momen terburuknya selama dekade teakhir hidupnya dan lalu menceritakan momen-momen yang ia syukuri juga di dekade terakhirnya.. aku suka sih bagian ini.. karena jujurly aku lebih suka refleksi daripada planing wkwk.. harusnya seimbang sih ya.. tapi emang siapa yang mengharuskan? Idelisme society wkwk

Intinya buku perjalanan hidup kayak gini nggak pernah salah sih buat dibaca.. ya soalnya sutradara dan penulis skenarionya bukan manusia... tapi Yang Maha Kuasa.. selalu worth it buat dibaca.. buat diambil pelajarannya..

Sekian dulu review kali ini, sampai ketemu di review ala ala selanjutnya, Insyaallah..


There is no OUTPUT without INPUT.

0 Comments:

Posting Komentar

What clients say

Start Connect With Me

Contact Us

Agustin Nurul
@agustinurul
Banyuwangi,Indonesia