Catatan Ramadhan : Patah
Cerita yang begitu kompleks..
Harapan yang masih menjadi larangan..
Keinginan yang masih menjadi angan..
Sebenarnya semua orang tahu itu bukan hal buruk..
Tak ada salanya mengikuti acara itu..
Hanya saja lokasi kami di sini..
Di penjara suci ini..
Segala yang kami lakukan tak hanya dipertanggung jawabkan kelak..
Tapi juga terhadap hari ini..
Ya..
Semua baik baik saja..
Sampai kami terdaftar menjadi peserta..
Kami berhenti sejenak..
Membantu memberi kesempatan untuk memberikan yang terbaik untuk tempat ini..
Tak lama hal ajaib terjadi..
Kami layaknya mendapat kupon undian..
Panitia menghubungi kami agar dapat tampil di awal jadwal..
Dengan segala promo yang diberikan..
Bahagia ? Tentu saja..
Kami semakin semangat..
Kami melihat lokasi..
Membayangkan bagaimana besok saat kami berada di tempat ini..
Bagaimana uforia yang akan terulang setelah sekian lama..
Pasti menyenangkan..
Ya kami sangat merindukannya..
Tak sabar mengabari yang lain..
Kami segera kembali..
Namun, baru kami sadari..
Izin tak tak keliar dari panutan kami..
Sketika..
Patah..
Sedih..
Kesal..
Marah..
Tapi kami diam..
Ya.. itu diajarkan..
Cukup diam..
Seraya menghapus segala angan yang sudah tergambar tentang hari esok..
Uforia yang kami nantikan seketika sirna..
Tak ada lagi harapan kami berada di atas sana..
Ya.. kami cukup patah di hari itu..
15 Ramadhan 1439 H
Kamis, 31 Mei 2018
0 Comments:
Posting Komentar