Catatan Safar #8: Timang - Dipaksa Tangguh oleh Keadaan
Kegiatan seperti Insirasi Sekolah Literasi milik Rumah Literasi Indonesia.. bisa dibilang mini ISL lah ya.. tak seheboh ISL.. kami, perwakilan dari RLI hanya berbagi cerita dengan adik-adik panti asuhan yang padahal cerita mereka lebih menarik daripada cerita kami..
Beberapa kali ikut kegiatan bersama anak-anak sekolahan melalui ISL, ada satu perbedaan yang kudapat anak panti dan anak sekolah.. ternyata anak panti itu, btw ini sepenatauanku selama kegiatan nih ya.. mereka itu sangat tidak mau menjadi pusat perhatian.. dan juga sedikit sekali yang mau memberikan perhatian kepada yang lain.. wah.. aku nggak kebayang sih, trauma aapa saja yang menjalari alam bawah sadar mereka hingga membentuk kepribadian se dingin itu.. tapi ada beberapa cerita yang kudapat dari pengurus panti di sini.. sedikit yang ngena di aku ada 3 cerita ini..
Kisah Dek Piyus contohnya.. sebelum tinggal di panti asuhan Budy Mulya, tadinya Piyus adalah seorang anak preman pasar.. dan benar, dia pemberani sekali.. di minggu-minggu awal Piyus tinggal di panti asuhan ini, tidak segan untuk merampas jajanan milik temannya.. bahkan juga meraempas uang temannya dengan sangat berani.. tidak mencuri secara diam-diam tapi benar-benar merampas dengan berani.. waaah.. goks nggak tuh.. ya karena lingkungan sebelumya mengajarkan nya hal serupa.. hingga akhirnya, lambat laun kebiasaan itu mulai diarahkan oleh pengurus panti..
Kisah anak yang hamil, kisah ini ngeri banget sih..seorang anak yang dihamili aduh aku lupa ini ayahnya atau pamannya sendiri.. wahh nggak ngotak banget.. sampai akhirnya sang ibu dan anaknya yang mengalami kejadian itu tinggal di panti asuhan ini.. wah aku sampe rasanya nggak sanggup bahas ini untuk masuk blog.. bener-bener bukan manusia nggak sih.. dahlah..
Kisah anak yang kabur ke pelabuhan, nah.. kalo kejadian ini terjadi malam hari sebelum kami melakukan kegiatan di sini.. jadi malam sebelum kegiatan, ada seorang anak kelas 6 SD melarikan diri atau kabur daari panti asuhan ini dan ditemukan di pelabuhkan ketapang yang jaraknya lumayan jauh dari panti.. ketika ditanya, kenapa kabur karena dia kangen mamanya.. mamanya tinggal di Bali dan memang si adek dititipkan ke panti asuhan ini karena kondisi mamanya tidak memungkinkan utuk merawat anaknya ini.. lingkungan tempat sang mama bekerja tidak baik untuk si adek.. begitu kira-kira penjelasan dari pengurus panti.. waaaahhh... segimanapun orang tua dia pasti mau yang terbaik untuk anaknya.. tapi tidak semua anak paham maksud dari orang tua disaat yang bersamaan.. apalagi masih seorang anak usia kelas 6 SD.. pasti cuma maunnya deket sama orang tua.. thats it..
waaah ini new experience sih buat tau lebih dalam kondisi anak-anak panti asuhan.. rasanya, bersyukur sekali selama ini ternnyata yang kuanggap biasa aja dan kuanggap semua orang dapat apa yang aku dapatkan ternyata tidak.. ada mereka-meraka yang ternyata hidupnya dipaksa tangguh oleh keadaan..



0 Comments:
Posting Komentar